Selasa, 12 Maret 2019

Three in One dalam Berliterasi

Senin, 11 Maret 2019. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberi wawasan yang luas kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), tetapi juga lebih diutamakan untuk pengarahan motivasi dan membuka pemikiran mahasiswa mengenai perpustakaan. Dalam kegiatan Visiting Doctor kali ini mengundang narasumber Dr. Laksmi, S.S merupakan ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan tema “strategi perpustakaan membangun 3 nilai literasi, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.“


Perpustakaan merupakan suatu hal yang menarik jika dikaji lebih dalam lagi, dalam pandangan sekilas perpustakaan menurut pemikiran masyarakat umum merujuk pada suatu tempat berisikan berbagai buku cerita, buku pengetahuan, koran, majalah dan lain-lain. Namun ternyata perspektif ini terlalu dangkal jika dilihat perpustakaan dari luarnya saja. Perpustakaan merupakan tempat membangun literasi yang di dalamnya terdapat “Tree In One” yaitu penggabungan tiga nilai dalam satu bentuk yakni berliterasi. Pada saat penggerak literasi ingin membangun dan mengembangkan perpustakaannya ia harus menggabungkan pengetahuan, imajinasi dan kreativitas untuk mampu mencapai tujuan dan target dalam pengelolaan perpustakaan. Begitupun dengan si pengunjung perpustakaan atau yang biasa disebut dengan pemustaka dapat menemui tiga nilai yakni pengetahuan, imajinasi dan kreatifitas dalam literasi yang berwujud perpustakaan.
Tanpa adanya pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas membuat literasi terasa hampa. Bagaimana cara pustakawan dapat membuat masyarakat meningkatkan minat baca?, tentunya “Tree In One” merupakan solusinya. Setiap individu masyarakat pasti memerlukan pengetahuan atas ketidaktahuannya, namun untuk menumbuhkan keingintahuan haruslah ada suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dengan menerapkan imajinasi dan kreativitas pustakawan. Begitu juga untuk pemustaka, ketika ia membaca tanpa memahami bacaannya maka semuanya akan terlihat sia-sia. “Tree In One” ini sangat membantu pemustaka dalam memahami informasi yang didapat di perpustakaan baik dari buku, jurnal, koran, majalah dan lain-lain. Jadi baik pustakawan maupun pemustaka harus dapat menerapkan “Tree In One” dalam berliterasi.(opl)

SHARE THIS

Facebook Comment

0 komentar :