Berita terbaru

Selasa, 16 April 2019

Difusi Inovasi Pustakawan Dalam Mengikuti Perkembangan Infrastruktur Informasi Memasuki Era 4.0

Difusi Inovasi Pustakawan Dalam Mengikuti Perkembangan Infrastruktur Informasi Memasuki Era 4.0

Senin, 15 April 2019. Visiting Doctor adalah kegiatan rutin dilaksanakan oleh semua jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Salah satunya Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII). Dalam kegiatan Visiting Doctor kedua ini mengangkat tema “Perpustakaan Sebagai Infrastruktur Informasi Dalam Memasuki Era Industri 4.0”. Adapun narasumbernya adalah Dr. Nurdin Laugu, M.A yang merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 15 April 2019 bertempat di ruang FUAD 4 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Pada dasarnya perkembangan teknologi, industri dan informasi merupakan suatu hal yang berbeda. Perkembangan teknologi dapat dibagi atas 5 era, yakni; (1) Era Pra Mekanik Teknologi (3000B-450 AD) satu bentuk komunikasi atau yang biasa disebut komunikasi satu arah melalui bahasa gambar berupa hewan peliharaan, (2) Era Mekanik (1450-1840 M) awal pertama terlihat berhubungan antara teknologi kini dan pendahulu, (3) Era Elektro Mekanik (1840-1940 M), (4) Era Elektro (1940-1960 M), (5) Era Informasi dan Internet (sejak 1969 www dan 1989 plat form global).
Pada tahap perkembangan industri terdiri dari; (1) Industri 1.0 (1784-1870) para ditahap ini ditandai dengan tenaga manusia dan hewan ke mesin uap oleh James Walk, (2) Industri 2.0 (1870-1970) dalam tahap ini sudah mulai terlihat perkembangan dapat dilihat dengan maraknya teknologi, motor listrik dan sebagainya, (3) Industri 3.0 memasuki perkembangan internet namun masih berupa sebatas pangkalan data saja, (4) Industri 4.0 sudah memasuki tahap internet yang kreatif banyak bermunculan internet cerdas, hal ini dapat dilihat dengan adanya banyak pilihan media sosial yang sangat komunikatif.
Lain halnya dengan perkembangan informasi, perkembangan ini mengikuti adanya perkembangan teknologi dan industri. Perkembangan informasi dapat dirinci sebagai berikut; (1) Mengacu pada jaringan komunikasi dan software untuk mendukung interaksi antara per-individu, individu dengan organisasi bahkan organisasi ke organisasi lainnya, (2) Perkembangan informasi dapat berkembang pesat dengan mengacu pada fasilitas computer dan komunikasi serta layanan yang dibutuhkan untuk memfasilitasi mengelola dan memungkinkan suatu aktifitas saat melakukan pertukaran informasi.
Jadi perkembangan teknologi dan industri sangat mempengaruhi pengelolaan informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat. Sebagai seorang pustakawan harus bisa menyesuaikan diri dan melakukan difusi dan inovasi mengikuti era teknologi informasi internet dan industri 4.0 yang mana dapat memudahkan pustakawan dalam memencar informasi sehingga nantinya sampai ke pemustaka dengan tepat. Salah satu difusi inovasi yang dapat dilakukan pustakawan adalah dengan memanfaatkan teknologi dan industri 4.0 memaksimalkan pelayanan peminjaman buku menggunakan media HP, sehingga pemustaka merasa dimudahkan dalam pelayanan perpustakaan. Selain itu pustakawan dapat memberikan pembaharuan lainnya yang kreatif menyesuaikan dengan kebutuhan di era industry 4.0. (opl)

Selasa, 12 Maret 2019

Three in One dalam Berliterasi

Three in One dalam Berliterasi

Senin, 11 Maret 2019. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberi wawasan yang luas kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), tetapi juga lebih diutamakan untuk pengarahan motivasi dan membuka pemikiran mahasiswa mengenai perpustakaan. Dalam kegiatan Visiting Doctor kali ini mengundang narasumber Dr. Laksmi, S.S merupakan ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan tema “strategi perpustakaan membangun 3 nilai literasi, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.“


Perpustakaan merupakan suatu hal yang menarik jika dikaji lebih dalam lagi, dalam pandangan sekilas perpustakaan menurut pemikiran masyarakat umum merujuk pada suatu tempat berisikan berbagai buku cerita, buku pengetahuan, koran, majalah dan lain-lain. Namun ternyata perspektif ini terlalu dangkal jika dilihat perpustakaan dari luarnya saja. Perpustakaan merupakan tempat membangun literasi yang di dalamnya terdapat “Tree In One” yaitu penggabungan tiga nilai dalam satu bentuk yakni berliterasi. Pada saat penggerak literasi ingin membangun dan mengembangkan perpustakaannya ia harus menggabungkan pengetahuan, imajinasi dan kreativitas untuk mampu mencapai tujuan dan target dalam pengelolaan perpustakaan. Begitupun dengan si pengunjung perpustakaan atau yang biasa disebut dengan pemustaka dapat menemui tiga nilai yakni pengetahuan, imajinasi dan kreatifitas dalam literasi yang berwujud perpustakaan.
Tanpa adanya pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas membuat literasi terasa hampa. Bagaimana cara pustakawan dapat membuat masyarakat meningkatkan minat baca?, tentunya “Tree In One” merupakan solusinya. Setiap individu masyarakat pasti memerlukan pengetahuan atas ketidaktahuannya, namun untuk menumbuhkan keingintahuan haruslah ada suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dengan menerapkan imajinasi dan kreativitas pustakawan. Begitu juga untuk pemustaka, ketika ia membaca tanpa memahami bacaannya maka semuanya akan terlihat sia-sia. “Tree In One” ini sangat membantu pemustaka dalam memahami informasi yang didapat di perpustakaan baik dari buku, jurnal, koran, majalah dan lain-lain. Jadi baik pustakawan maupun pemustaka harus dapat menerapkan “Tree In One” dalam berliterasi.(opl)

Rabu, 19 Desember 2018

Studi Observasi ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi

Studi Observasi ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi



Batusangkar, Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) merupakan salah satu jurusan baru yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Sekarang Jurusan ini sudah mempunyai 81 orang yang terdiri dari dua angkatan, angkatan pertama berjumlah 38 orang dan angkatan kedua berjumlah 43 orang. Belum lama ini angkatan pertama jurusan IPII menyelenggarakan kunjungan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam penguatan mata kuliah “Layanan Perpustakaan” yang mana mata kuliah ini diajarkan oleh salah satu Dosen IPII yakni Rika Jufriazia Manita. Kunjungan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2018.

Menurut Dosen pengampu memaparkan “kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk memperdalam ilmu mengenai pelayanan perpustakaan, oleh karena itu saya membawa mahasiswa IPII ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi ini secara langsung. Sebelum memutuskan tempat kunjungan saya juga memperhatikan tempat yang sesuai dengan tujuan awal kami dalam mencapai mata kuliah layanan perpustakaan ini. Dengan mempertimbangkan hal itu saya memutuskan untuk menjatuhkan pilihan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi. Mahasiswa diharapkan dapat menggali informasi yang lengkap mengenai layanan perpustakaan di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi”.
Saat mahasiswa berada di Perpustakaan Proklamator Bukittinggi mereka di sambut sangat baik dan pihak perpustakaan memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menanyakan dan menggali informasi lebih lengkap dengan Jajaran Perpustakaan Proklamator Bukittinggi. Selain itu Ketua UPT Perpustakaan Proklamator Bukittinggi Bapak Purwanto, S.ip juga memberikan arahan kepada mahasiswa IPII agar terus semangat dalam menjalankan perkuliahannya, karena jurusan perpustakaan itu merupakan jurusan yang sangat mengasyikkan dan dunia kerjanya pun tidak sulit untuk mencarinya.(opl/san)

Jumat, 19 Oktober 2018

Diskusi Ilmiah Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam "Pustakawan Harus Mempunyai Good Image

Diskusi Ilmiah Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam "Pustakawan Harus Mempunyai Good Image

Senin, 11 Maret 2019. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberi wawasan yang luas kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), tetapi juga lebih diutamakan untuk pengarahan motivasi dan membuka pemikiran mahasiswa mengenai perpustakaan. Dalam kegiatan Visiting Doctor kali ini mengundang narasumber Dr. Laksmi, S.S merupakan ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan tema “strategi perpustakaan membangun 3 nilai literasi, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.“


Perpustakaan merupakan suatu hal yang menarik jika dikaji lebih dalam lagi, dalam pandangan sekilas perpustakaan menurut pemikiran masyarakat umum merujuk pada suatu tempat berisikan berbagai buku cerita, buku pengetahuan, koran, majalah dan lain-lain. Namun ternyata perspektif ini terlalu dangkal jika dilihat perpustakaan dari luarnya saja. Perpustakaan merupakan tempat membangun literasi yang di dalamnya terdapat “Tree In One” yaitu penggabungan tiga nilai dalam satu bentuk yakni berliterasi. Pada saat penggerak literasi ingin membangun dan mengembangkan perpustakaannya ia harus menggabungkan pengetahuan, imajinasi dan kreativitas untuk mampu mencapai tujuan dan target dalam pengelolaan perpustakaan. Begitupun dengan si pengunjung perpustakaan atau yang biasa disebut dengan pemustaka dapat menemui tiga nilai yakni pengetahuan, imajinasi dan kreatifitas dalam literasi yang berwujud perpustakaan.
Tanpa adanya pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas membuat literasi terasa hampa. Bagaimana cara pustakawan dapat membuat masyarakat meningkatkan minat baca?, tentunya “Tree In One” merupakan solusinya. Setiap individu masyarakat pasti memerlukan pengetahuan atas ketidaktahuannya, namun untuk menumbuhkan keingintahuan haruslah ada suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dengan menerapkan imajinasi dan kreativitas pustakawan. Begitu juga untuk pemustaka, ketika ia membaca tanpa memahami bacaannya maka semuanya akan terlihat sia-sia. “Tree In One” ini sangat membantu pemustaka dalam memahami informasi yang didapat di perpustakaan baik dari buku, jurnal, koran, majalah dan lain-lain. Jadi baik pustakawan maupun pemustaka harus dapat menerapkan “Tree In One” dalam berliterasi.(opl)

Jumat, 27 Juli 2018

Lakukan Pembinaan di SMA 1 Sungai Tarab, Bidik Juara Nasional

Lakukan Pembinaan di SMA 1 Sungai Tarab, Bidik Juara Nasional




Batusangkar, Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) merupakan salah satu jurusan baru yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Sekarang Jurusan ini sudah mempunyai 81 orang yang terdiri dari dua angkatan, angkatan pertama berjumlah 38 orang dan angkatan kedua berjumlah 43 orang. Belum lama ini angkatan pertama jurusan IPII menyelenggarakan kunjungan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam penguatan mata kuliah “Layanan Perpustakaan” yang mana mata kuliah ini diajarkan oleh salah satu Dosen IPII yakni Rika Jufriazia Manita. Kunjungan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2018.
Menurut Dosen pengampu memaparkan “kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk memperdalam ilmu mengenai pelayanan perpustakaan, oleh karena itu saya membawa mahasiswa IPII ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi ini secara langsung. Sebelum memutuskan tempat kunjungan saya juga memperhatikan tempat yang sesuai dengan tujuan awal kami dalam mencapai mata kuliah layanan perpustakaan ini. Dengan mempertimbangkan hal itu saya memutuskan untuk menjatuhkan pilihan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi. Mahasiswa diharapkan dapat menggali informasi yang lengkap mengenai layanan perpustakaan di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi”.
Saat mahasiswa berada di Perpustakaan Proklamator Bukittinggi mereka di sambut sangat baik dan pihak perpustakaan memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menanyakan dan menggali informasi lebih lengkap dengan Jajaran Perpustakaan Proklamator Bukittinggi. Selain itu Ketua UPT Perpustakaan Proklamator Bukittinggi Bapak Purwanto, S.ip juga memberikan arahan kepada mahasiswa IPII agar terus semangat dalam menjalankan perkuliahannya, karena jurusan perpustakaan itu merupakan jurusan yang sangat mengasyikkan dan dunia kerjanya pun tidak sulit untuk mencarinya.(opl/san)

Rabu, 18 April 2018

Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Selenggarakan Visiting Doctor dan Penandatanganan MoA

Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Selenggarakan Visiting Doctor dan Penandatanganan MoA

BATUSANGKAR, Selasa, 17 April 2018. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menyelenggarakan Visiting Doctor sekaligus penendatanganan Memorandum of Action (MoA) antara Jurusan IPII dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar.
Turut hadir pada acara tersebut Drs. Adripen, M. Pd selaku Dekan FUAD, Dr. Irman, S. Ag., M. Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUAD, Khairina, M. H selaku Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Rahmawati, M. Pd selaku Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Zulkifli, S. Ag., M. HI selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Arif Zunzul Maizal, S. Ag., M. Ag selaku Kepala Bagian Tata Usaha FUAD, Syafrinal S, S. Ag., SS., M. Kom selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Yurdelas Harmi, S. Ag., SS., MA selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Irwandi, M. A. (Koordinator Gugus Kendali Mutu FUAD), segenap staf FUAD beserta staff Dinas Perpustakaan Kabupaten Tanah Datar, dosen, dan mahasiswa IPII.
Dalam sambutannya Drs. Adripen, M. Pd selaku Dekan FUAD IAIN Batusangkar, menyatakan bahwa Visiting Doctor merupakan agenda rutin yang dilakukan FUAD dalam rangka mengupgrade kompetensi mahasiswa pada tiap-tiap jurusan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dalam mewujudkan visi IPII, yakni menjadi jurusan ilmu perpustakaan dan informasi terdepan berbasis teknologi informasi yang integratif, interkonektif, berkearifan global, dan bereputasi global. Diharapkan melalui kegiatan ini mahasiswa IPII mampu menjadi praktisi tenaga pengelola perpustakaan yang memiliki wawasan global, handal, dan mampu mengelola e-learning serta e-jurnal.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Action (MoA) antara Jurusan IPII yang diwakili oleh Drs. Adripen, M. Pd (selaku Dekan FUAD) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar yang diwakili oleh Marwan, SE (selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar).
Acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Marwan, SE selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar dengan tema “Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Perpustakaan”. Melalui kesempatan ini ia menuturkan bahwa dalam pelaksanaan pemerintahan yang baik (Good Governance) dan bersih dituntut adanya perubahan tatanan manajemen pemerintahan. Salah satu indikator pengukurannya adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat (Public Service). Peningkatan pelayanan ini dapat dilihat melalui pemerintahan yang efektif dan efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel yang didukung oleh peran serta masyarakat sebagai pihak yang mendapatkan layanan. Salah satu jenis pelayanan tersebut adalah perpustakaan. Perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan sebagai pusat literasi informasi dan pusat kegiatan dapat menjadi wahana belajar sepanjang hayat untuk mengembangkan potensi, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan minat baca.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Hj. Sri Rohyanti Zulaikha, S.Ag., SIP., M.Si yang merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus ketua Asosiasi Ilmu Perpustakaan Islam. Pada sesi kedua ini diangkat tema “Aku Bangga Menjadi Pustakawan Jaman Now”. Dalam kesempatan ini ia menjelaskan bahwa masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan, memanfaatkan, dan mendayagunakan perpustakaan. Perpustakaan merupakan wahana belajar sepanjang hayat, mengembangkan potensi masyarakat, dan sebagai wahana pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Ia juga menuturkan bahwa pustakawan merupakan seseorang yang memiliki kompetensi melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan sekaligus pelayanan perpustakaan. Pustakawan tidak hanya harus ahli dalam mengkatalog, mengindeks, dan mengklasifikasi koleksi, namun ia juga dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Pustakawan pada era sekarang ini, tidak hanya sebagai penjaga koleksi tetapi juga sebagai penyedia informasi dari berbagai media informasi. Seorang pustakawan wajib untuk memberikan layanan prima terhadap pemustaka, menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif, memberikan keteladanan, menjaga nama baik lembaga, dan kedudukannya sesuai dengan tugas serta tanggung jawabnya. (tyw)