Berita terbaru

Jumat, 19 Oktober 2018

Diskusi Ilmiah Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam "Pustakawan Harus Mempunyai Good Image

Diskusi Ilmiah Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam "Pustakawan Harus Mempunyai Good Image


Batusangkar, Rabu 17 Oktober 2018. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Peluang dan Tantangan Pustakawan Masa Depan”. Diskusi Ilmiah ini menghadirkan narasumber Dra. Nurjani, M.Si yang merupakan salah satu pustakawan nasional. Kiprahnya sudah tidak diragukan lagi dengan banyaknya melakukan pelatihan dan penghargaan yang dimiliki oleh beliau membuat jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengundang beliau sebagai narasumber pada diskusi ilmiah yang di adakan di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).
Dalam diskusi ilmiah ini, beliau menyatakan bahwasanya seorang pustakawan juga harus memiliki personal branding yang baik, sehingga apabila pustakawan tersebut membangun personal citra maka akan menimbulkan good image / citra yang baik. Dengan adanya citra yang baik maka pustakwan dengan sendirinya akan mendapatkan banyak peluang untuk lebih mengembangkan diri dan memperluas kiprahnya di dunia kepustakaan. Selain itu dengan adanya good image ini tidak hanya dapat memberikan peluang, namun juga dapat membantu pustakawan dalam menetralisir tantangan yang akan dihadapi seorang pustakawan.
Ketika suatu citra seorang pustakawan baik di mata pemustaka, maka tantangan yang di hadapinya saat berhadapan dengan pemustaka jauh lebih sedikit, di bandingkan dengan pustakawan yang memiliki citra buruk (negative). Dalam hal membangun sebuah good image, diperlukan sebuah komunikasi yang komunikatif, transparan dan jelas. Contoh ketika seorang pemustaka mengalami situasi kebingungan dalam mencari literature / buku referensi, maka seharusnya seorang pustakawan dapat menjalin komunikasi yang aktif dengan pemustaka lainnya. Sehingga pemustaka mendapatkan literature yang dibutuhkannya. Kemudian dikaitkan dengan transparan dan jelas, seorang pustakawan harus dapat memberikan petunjuk dan aturan saat berada di perpustakaan bagi seorang pemustaka dengan transparan dan jelas.
Sehingga pemustaka dapat memahami aturan, sistem dan perilaku yang harus di lakukan saat berada di perpustakaan. Jika informasi tersebut, tidak disampaikan secara transparan dan jelas maka dapat mengakibatkan miss communication maupun miss understanding. Yang mana hal ini akan merujuk pada kekecewaan, kekesalan dan ketidakpuasaan terhadap pelayanan pustakawan. Sehingga terciptalah sebuah personal citra yang buruk dan mengakibatkan banyak terjadi kesalahpahaman. Jadi, seorang pustakawan haruslah membangun personal citra yang good image, dengan membangun komunikasi yang komunikatif, transparan dan jelas. (opl/san)

Rabu, 18 April 2018

Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Selenggarakan Visiting Doctor dan Penandatanganan MoA

Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Selenggarakan Visiting Doctor dan Penandatanganan MoA


Batusangkar, Selasa 17 April 2018. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar menyelenggarakan Visiting Doctor sekaliguspenandatanganan Memorandum of Action (MoA) antara Jurusan IPII dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar.
Turut hadir pada acara tersebut Drs. Adripen, M. Pd selaku Dekan FUAD, Dr. Irman, S. Ag., M. Pd selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUAD, Khairina, M. H selaku Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), Rahmawati, M. Pd selaku Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Zulkifli, S. Ag., M. HI selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Arif Zunzul Maizal, S. Ag., M. Ag selaku Kepala Bagian Tata Usaha FUAD, Syafrinal S, S. Ag., SS., M. Kom selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Yurdelas Harmi, S. Ag., SS., MA selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Irwandi, M. A. (Koordinator Gugus Kendali Mutu FUAD), segenap staf FUAD beserta staff Dinas Perpustakaan Kabupaten Tanah Datar, dosen, dan mahasiswa IPII.
Dalam sambutannya Drs. Adripen, M. Pd selaku Dekan FUAD IAIN Batusangkar, menyatakan bahwa Visiting Doctor merupakan agenda rutin yang dilakukan FUAD dalam rangka mengupgrade kompetensi mahasiswa pada tiap-tiap jurusan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dalam mewujudkan visi IPII, yakni menjadi jurusan ilmu perpustakaan dan informasi terdepan berbasis teknologi informasi yang integratif, interkonektif, berkearifan global, dan bereputasi global. Diharapkan melalui kegiatan ini mahasiswa IPII mampu menjadi praktisi tenaga pengelola perpustakaan yang memiliki wawasan global, handal, dan mampu mengelola e-learning serta e-jurnal.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Action (MoA) antara Jurusan IPII yang diwakili oleh Drs. Adripen, M. Pd (selaku Dekan FUAD) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar yang diwakili oleh Marwan, SE (selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar).
Acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Marwan, SE selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar dengan tema “Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Perpustakaan”. Melalui kesempatan ini ia menuturkan bahwa dalam pelaksanaan pemerintahan yang baik (Good Governance) dan bersih dituntut adanya perubahan tatanan manajemen pemerintahan. Salah satu indikator pengukurannya adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat (Public Service). Peningkatan pelayanan ini dapat dilihat melalui pemerintahan yang efektif dan efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel yang didukung oleh peran serta masyarakat sebagai pihak yang mendapatkan layanan. Salah satu jenis pelayanan tersebut adalah perpustakaan. Perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan sebagai pusat literasi informasi dan pusat kegiatan dapat menjadi wahana belajar sepanjang hayat untuk mengembangkan potensi, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan minat baca.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Hj. Sri Rohyanti Zulaikha, S.Ag., SIP., M.Si yang merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus ketua Asosiasi Ilmu Perpustakaan Islam. Pada sesi kedua ini diangkat tema “Aku Bangga Menjadi Pustakawan Jaman Now”. Dalam kesempatan ini ia menjelaskan bahwa masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan, memanfaatkan, dan mendayagunakan perpustakaan. Perpustakaan merupakan wahana belajar sepanjang hayat, mengembangkan potensi masyarakat, dan sebagai wahana pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Ia juga menuturkan bahwa pustakawan merupakan seseorang yang memiliki kompetensi melalui pendidikan dan atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan sekaligus pelayanan perpustakaan. Pustakawan tidak hanya harus ahli dalam mengkatalog, mengindeks, dan mengklasifikasi koleksi, namun ia juga dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Pustakawan pada era sekarang ini, tidak hanya sebagai penjaga koleksi tetapi juga sebagai penyedia informasi dari berbagai media informasi. Seorang pustakawan wajib untuk memberikan layanan prima terhadap pemustaka, menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif, memberikan keteladanan, menjaga nama baik lembaga, dan kedudukannya sesuai dengan tugas serta tanggung jawabnya. (tyw)