Berita terbaru

Kamis, 22 Agustus 2019

Jurusan IPII Lakukan Audit Internal, Tingkatkan Kualitas Jurusan

Jurusan IPII Lakukan Audit Internal, Tingkatkan Kualitas Jurusan


FUAD, Batusangkar – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas jurusan, IAIN Batusangkar mengadakan audit internal. Kamis (22/8) audit internal dilakukan di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuduluddin Adab dan Dakwah (FUAD). Audit dilaksanakan guna mempersiapkan berkas dan administrasi untuk menyongsong akreditasi yang akan dilakukan tahun ini.

Khairina, SH., MH selaku ketua jurusan IPII menyambut baik kedatang tim audit dari IAIN Batusangkar. Menurutnya, audit ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas jurusan, terutama bagi jurusan akan melakukan akreditasi.

“Kita menyambut baik kegiatan ini. Apalagi tahun ini, jurusan IPII yang sudah tahun ketiga sejak berdiri, akan melakukan akreditasi. Semua kita tentu berharap IPII mendapatkan akreditasi yang bagus,” ujar Khairina.

Selama audit dilakukan, banyak masukan yang diberikan oleh tim auditor, terutama mengenai perbaikan berkas maupun kekurangan data yang dimiliki. “Alhamdulillah kita sangat senang dengan masukan-masukan yang diberikan. Jadinya kita tau data ataupun berkas yang kurang. Ini sangat membantu untuk akreditasi jurusan ke depannya,” tutup Khairina. [] (fajri)

Kamis, 08 Agustus 2019

Karya Mahasiswa FUAD Masuk Nominasi Pemenang Lomba Film Dokumenter Bung Hatta

Karya Mahasiswa FUAD Masuk Nominasi Pemenang Lomba Film Dokumenter Bung Hatta


FUAD, Batusangkar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar melalui kolaborasi mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dengan Jurusan Ilmu Perpustakan dan Informasi Islam (IPII) dalam ajang lomba film dokumenter Bung Hatta. Kamis (8/8), dua film yang diproduksi oleh kedua jurusan itu mampu masuk sebagai dominasi pemenang di ajang lomba film bergengsi tersebut dan pemenang akan diumumkan pada Senin (12/8) depan.


Ara, salah satu mahasiswa yang terlibat menuturkan, dua film yang masuk dalam dominasi pemenang tersebut berjudul “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Merapi” dan “Aroma Kopi Hatta”. Kedua film tersebut mencoba untuk mengangkat kembali sosok Bung Hatta yang hidup dalam seseorang.

“Memang kita membuat film ini menceritakan bagaimana sosok Bung Hatta masih hidup dalam diri seseorang saat ini. Film “Jiwamu Ada di Gunung Merapi” bercerita tentang sosok Bapak Bustami yang berumur 83 tahun yang hidup sederhana sebagaimana sosok Bung Hatta. Sedangkan film “Aroma Kopi Hitam” bercerita mengenai semangat ekonomi kerakyatan yang dijalankan oleh kelompok Selaras Alam,” terang Ara.


Ara menjelaskan, dalam memproduksi dua film tersebut, tim mereka menelaah informasi mendalam mengenai sosok Bung Hatta dan karakter yang diangkat dalam film. Pengecekan lokasi serta pembuatan naskah juga dilakukan secara serius sehingga menghasilkan film dokumenter yang berkualitas dan mampu membangkikan kembali semangat dan sifat Bung Hatta.

Terdapat dua tim yang terjun dalam pembuatan film. Film “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Merapi” digarap oleh mahasiswa KPI yang beranggotakan Tiara Ramadhani sebagai sutradata, Alex Eka Putra selaku Kameramen bersama M. Nur Risqan yang juga bertugas sebagai editor. Sedangkan film “Aroma Kopi Hatta” yang dibuat oleh mahasiswa IPII di sutradarai oleh Rahma Fira Yendri, dengan Kameramen dan editor Syah Alam Vistrot.


“Alhamdulillah kita masuk sebagai nominasi. Kita berharap mudah-mudahan Allah berikan hasil yang terbaik ketika pengumuman pemenang nanti. Dan yang terpenting tim sudah bekerja keras untuk memproduksi film tersebut,” tutup Ara. [] (fajri)


Selasa, 16 April 2019

Difusi Inovasi Pustakawan Dalam Mengikuti Perkembangan Infrastruktur Informasi Memasuki Era 4.0

Difusi Inovasi Pustakawan Dalam Mengikuti Perkembangan Infrastruktur Informasi Memasuki Era 4.0

Senin, 15 April 2019. Visiting Doctor adalah kegiatan rutin dilaksanakan oleh semua jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Salah satunya Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII). Dalam kegiatan Visiting Doctor kedua ini mengangkat tema “Perpustakaan Sebagai Infrastruktur Informasi Dalam Memasuki Era Industri 4.0”. Adapun narasumbernya adalah Dr. Nurdin Laugu, M.A yang merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 15 April 2019 bertempat di ruang FUAD 4 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Pada dasarnya perkembangan teknologi, industri dan informasi merupakan suatu hal yang berbeda. Perkembangan teknologi dapat dibagi atas 5 era, yakni; (1) Era Pra Mekanik Teknologi (3000B-450 AD) satu bentuk komunikasi atau yang biasa disebut komunikasi satu arah melalui bahasa gambar berupa hewan peliharaan, (2) Era Mekanik (1450-1840 M) awal pertama terlihat berhubungan antara teknologi kini dan pendahulu, (3) Era Elektro Mekanik (1840-1940 M), (4) Era Elektro (1940-1960 M), (5) Era Informasi dan Internet (sejak 1969 www dan 1989 plat form global).
Pada tahap perkembangan industri terdiri dari; (1) Industri 1.0 (1784-1870) para ditahap ini ditandai dengan tenaga manusia dan hewan ke mesin uap oleh James Walk, (2) Industri 2.0 (1870-1970) dalam tahap ini sudah mulai terlihat perkembangan dapat dilihat dengan maraknya teknologi, motor listrik dan sebagainya, (3) Industri 3.0 memasuki perkembangan internet namun masih berupa sebatas pangkalan data saja, (4) Industri 4.0 sudah memasuki tahap internet yang kreatif banyak bermunculan internet cerdas, hal ini dapat dilihat dengan adanya banyak pilihan media sosial yang sangat komunikatif.
Lain halnya dengan perkembangan informasi, perkembangan ini mengikuti adanya perkembangan teknologi dan industri. Perkembangan informasi dapat dirinci sebagai berikut; (1) Mengacu pada jaringan komunikasi dan software untuk mendukung interaksi antara per-individu, individu dengan organisasi bahkan organisasi ke organisasi lainnya, (2) Perkembangan informasi dapat berkembang pesat dengan mengacu pada fasilitas computer dan komunikasi serta layanan yang dibutuhkan untuk memfasilitasi mengelola dan memungkinkan suatu aktifitas saat melakukan pertukaran informasi.
Jadi perkembangan teknologi dan industri sangat mempengaruhi pengelolaan informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat. Sebagai seorang pustakawan harus bisa menyesuaikan diri dan melakukan difusi dan inovasi mengikuti era teknologi informasi internet dan industri 4.0 yang mana dapat memudahkan pustakawan dalam memencar informasi sehingga nantinya sampai ke pemustaka dengan tepat. Salah satu difusi inovasi yang dapat dilakukan pustakawan adalah dengan memanfaatkan teknologi dan industri 4.0 memaksimalkan pelayanan peminjaman buku menggunakan media HP, sehingga pemustaka merasa dimudahkan dalam pelayanan perpustakaan. Selain itu pustakawan dapat memberikan pembaharuan lainnya yang kreatif menyesuaikan dengan kebutuhan di era industry 4.0. (opl)

Selasa, 12 Maret 2019

Three in One dalam Berliterasi

Three in One dalam Berliterasi

Senin, 11 Maret 2019. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberi wawasan yang luas kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), tetapi juga lebih diutamakan untuk pengarahan motivasi dan membuka pemikiran mahasiswa mengenai perpustakaan. Dalam kegiatan Visiting Doctor kali ini mengundang narasumber Dr. Laksmi, S.S merupakan ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan tema “strategi perpustakaan membangun 3 nilai literasi, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.“


Perpustakaan merupakan suatu hal yang menarik jika dikaji lebih dalam lagi, dalam pandangan sekilas perpustakaan menurut pemikiran masyarakat umum merujuk pada suatu tempat berisikan berbagai buku cerita, buku pengetahuan, koran, majalah dan lain-lain. Namun ternyata perspektif ini terlalu dangkal jika dilihat perpustakaan dari luarnya saja. Perpustakaan merupakan tempat membangun literasi yang di dalamnya terdapat “Tree In One” yaitu penggabungan tiga nilai dalam satu bentuk yakni berliterasi. Pada saat penggerak literasi ingin membangun dan mengembangkan perpustakaannya ia harus menggabungkan pengetahuan, imajinasi dan kreativitas untuk mampu mencapai tujuan dan target dalam pengelolaan perpustakaan. Begitupun dengan si pengunjung perpustakaan atau yang biasa disebut dengan pemustaka dapat menemui tiga nilai yakni pengetahuan, imajinasi dan kreatifitas dalam literasi yang berwujud perpustakaan.
Tanpa adanya pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas membuat literasi terasa hampa. Bagaimana cara pustakawan dapat membuat masyarakat meningkatkan minat baca?, tentunya “Tree In One” merupakan solusinya. Setiap individu masyarakat pasti memerlukan pengetahuan atas ketidaktahuannya, namun untuk menumbuhkan keingintahuan haruslah ada suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dengan menerapkan imajinasi dan kreativitas pustakawan. Begitu juga untuk pemustaka, ketika ia membaca tanpa memahami bacaannya maka semuanya akan terlihat sia-sia. “Tree In One” ini sangat membantu pemustaka dalam memahami informasi yang didapat di perpustakaan baik dari buku, jurnal, koran, majalah dan lain-lain. Jadi baik pustakawan maupun pemustaka harus dapat menerapkan “Tree In One” dalam berliterasi.(opl)

Rabu, 19 Desember 2018

Studi Observasi ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi

Studi Observasi ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi



Batusangkar, Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) merupakan salah satu jurusan baru yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Sekarang Jurusan ini sudah mempunyai 81 orang yang terdiri dari dua angkatan, angkatan pertama berjumlah 38 orang dan angkatan kedua berjumlah 43 orang. Belum lama ini angkatan pertama jurusan IPII menyelenggarakan kunjungan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam penguatan mata kuliah “Layanan Perpustakaan” yang mana mata kuliah ini diajarkan oleh salah satu Dosen IPII yakni Rika Jufriazia Manita. Kunjungan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2018.

Menurut Dosen pengampu memaparkan “kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk memperdalam ilmu mengenai pelayanan perpustakaan, oleh karena itu saya membawa mahasiswa IPII ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi ini secara langsung. Sebelum memutuskan tempat kunjungan saya juga memperhatikan tempat yang sesuai dengan tujuan awal kami dalam mencapai mata kuliah layanan perpustakaan ini. Dengan mempertimbangkan hal itu saya memutuskan untuk menjatuhkan pilihan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi. Mahasiswa diharapkan dapat menggali informasi yang lengkap mengenai layanan perpustakaan di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi”.
Saat mahasiswa berada di Perpustakaan Proklamator Bukittinggi mereka di sambut sangat baik dan pihak perpustakaan memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menanyakan dan menggali informasi lebih lengkap dengan Jajaran Perpustakaan Proklamator Bukittinggi. Selain itu Ketua UPT Perpustakaan Proklamator Bukittinggi Bapak Purwanto, S.ip juga memberikan arahan kepada mahasiswa IPII agar terus semangat dalam menjalankan perkuliahannya, karena jurusan perpustakaan itu merupakan jurusan yang sangat mengasyikkan dan dunia kerjanya pun tidak sulit untuk mencarinya.(opl/san)

Jumat, 19 Oktober 2018

Diskusi Ilmiah Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam "Pustakawan Harus Mempunyai Good Image

Diskusi Ilmiah Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam "Pustakawan Harus Mempunyai Good Image

Senin, 11 Maret 2019. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberi wawasan yang luas kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), tetapi juga lebih diutamakan untuk pengarahan motivasi dan membuka pemikiran mahasiswa mengenai perpustakaan. Dalam kegiatan Visiting Doctor kali ini mengundang narasumber Dr. Laksmi, S.S merupakan ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan tema “strategi perpustakaan membangun 3 nilai literasi, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.“


Perpustakaan merupakan suatu hal yang menarik jika dikaji lebih dalam lagi, dalam pandangan sekilas perpustakaan menurut pemikiran masyarakat umum merujuk pada suatu tempat berisikan berbagai buku cerita, buku pengetahuan, koran, majalah dan lain-lain. Namun ternyata perspektif ini terlalu dangkal jika dilihat perpustakaan dari luarnya saja. Perpustakaan merupakan tempat membangun literasi yang di dalamnya terdapat “Tree In One” yaitu penggabungan tiga nilai dalam satu bentuk yakni berliterasi. Pada saat penggerak literasi ingin membangun dan mengembangkan perpustakaannya ia harus menggabungkan pengetahuan, imajinasi dan kreativitas untuk mampu mencapai tujuan dan target dalam pengelolaan perpustakaan. Begitupun dengan si pengunjung perpustakaan atau yang biasa disebut dengan pemustaka dapat menemui tiga nilai yakni pengetahuan, imajinasi dan kreatifitas dalam literasi yang berwujud perpustakaan.
Tanpa adanya pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas membuat literasi terasa hampa. Bagaimana cara pustakawan dapat membuat masyarakat meningkatkan minat baca?, tentunya “Tree In One” merupakan solusinya. Setiap individu masyarakat pasti memerlukan pengetahuan atas ketidaktahuannya, namun untuk menumbuhkan keingintahuan haruslah ada suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dengan menerapkan imajinasi dan kreativitas pustakawan. Begitu juga untuk pemustaka, ketika ia membaca tanpa memahami bacaannya maka semuanya akan terlihat sia-sia. “Tree In One” ini sangat membantu pemustaka dalam memahami informasi yang didapat di perpustakaan baik dari buku, jurnal, koran, majalah dan lain-lain. Jadi baik pustakawan maupun pemustaka harus dapat menerapkan “Tree In One” dalam berliterasi.(opl)

Jumat, 27 Juli 2018

Lakukan Pembinaan di SMA 1 Sungai Tarab, Bidik Juara Nasional

Lakukan Pembinaan di SMA 1 Sungai Tarab, Bidik Juara Nasional

Batusangkar, 26 Juli 2018. Baru - baru ini Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Batusangkar menyelenggarakan Program Pembinaan Perpustakaan berbasis sekolah untuk beberapa sekolah di Kabupaten Tanah Datar. Program Pembinaan perpustakaan ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Sekolah SMA 1 Sungai Tarab adalah sekolah binaan langsung  Jurusan  Ilmu Perpustakaan  dan  Informasi Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar.

Program ini melibatkan para Pelajar dan Guru yang pembinaannya langsung dari Pustakawan dan Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam IAIN Batusangkar. Kabag TU FUAD IAIN Batusangkar Yuldelasharmi mengatakan "Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah guna membantu mengembangkan bidang keilmuan Perpustakaan dalam teori maupun praktek di berbagai sekolah khususnya di daerah Tanah datar".

Berdasarkan Nota Kesepahaman bersama SMA N 1 Sungai Tarab dengan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar, “diharapkan program binaan ini dapat menjadikan Perpustakaan SMA N 1 Sungai Tarab Unggul dalam Pengelolaan Perpustakaan dengan system Automasi, Pengembangan Koleksi, Tata Pelaksanaan buku, serta peningkatan statistik pengunjung" Ujar Yuldelasharmi. (rm)