Berita terbaru

Minggu, 04 Oktober 2020

Pengumuman Pemenang Lomba Video Orasi dan Resensi Buku

Pengumuman Pemenang Lomba Video Orasi dan Resensi Buku

Alhamdulillahirabbilalamin… 

Petama kami ucapkan selamat kepada para pemenang lomba video orasi dan resensi buku oleh HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Juri telah memutuskan untuk pemenang dari masing-masing cabang lomba, yaitu:

Lomba Video Orasi

Juara I

Muhammad Ade Rizandi

Universitas Andalas Padang

Juara II

Siti Junita

IAIN Jember

Juara III

Prasetyo Eko Wahyu Wibowo

Stikes Widya Dharma Husada Banten

Lomba Resensi Buku

Juara I

Vira Ayu Safila

 

Universitas Lampung

Juara II

Siska Febrianty

 

Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

Juara III

Fathur Rachman Anasri

 

IAIN Batusangkar

Kami selaku panitia lomba memiliki harapan besar bahwa dengan terlaksananya lomba ini menjadikan kita lebih semangat dalam mengembangkan potensi yang kita miliki dan berkarya untuk negeri

Dan teruntuk peserta lain jangan pernah menyerah, tetap semangat dan terus berkreativitas karena masih banyak event-event lain dalam menampung potensi yang kita miliki.

Dan spesial dari kami untuk menyampaikan terimakasih banyak kepada dewan juri yang turut membersamai dari awal hingga pengumuman pemenang lomba ini, Zainal Fadri, S.Fil., M.A. Juri bidang lomba video orasi dan Sri Wahyuni, M.IP, Juri bidang lomba resensi buku. Semoga ini menjadi ladang ibadah untuk kita semua. (Tim)

Senin, 14 September 2020

Lomba Video Orasi dan Resensi Buku

Lomba Video Orasi dan Resensi Buku


Dalam rangka menyambut Milad HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) yang ke-2 pada tanggal 22 September 2020, HMJ IPII mengadakan suatu perlombaan dalam bentuk Lomba Video Orasi dan Resensi Buku dengan tema “Berkarya untuk Negeri di Masa Pandemi.”

Dengan diadakannya lomba ini bermaksud untuk meningkatkan kreativitas-kreativitas pemuda-pemudi Indonesia untuk lebih berkarya dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Lomba ini terbuka untuk umum bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa mendiskriminasi etnik atau golongan tertentu dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan pentingnya membaca untuk mewarnai kehidupan. Adapun buku yang diresensi ialah “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata dan “Hujan” karya Tere Liye

Untuk pendaftaran dan pengiriman karya silahkan klik di sini

Kamis, 22 Agustus 2019

Jurusan IPII Lakukan Audit Internal, Tingkatkan Kualitas Jurusan

Jurusan IPII Lakukan Audit Internal, Tingkatkan Kualitas Jurusan


FUAD, Batusangkar – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas jurusan, IAIN Batusangkar mengadakan audit internal. Kamis (22/8) audit internal dilakukan di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuduluddin Adab dan Dakwah (FUAD). Audit dilaksanakan guna mempersiapkan berkas dan administrasi untuk menyongsong akreditasi yang akan dilakukan tahun ini.

Khairina, SH., MH selaku ketua jurusan IPII menyambut baik kedatang tim audit dari IAIN Batusangkar. Menurutnya, audit ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas jurusan, terutama bagi jurusan akan melakukan akreditasi.

“Kita menyambut baik kegiatan ini. Apalagi tahun ini, jurusan IPII yang sudah tahun ketiga sejak berdiri, akan melakukan akreditasi. Semua kita tentu berharap IPII mendapatkan akreditasi yang bagus,” ujar Khairina.

Selama audit dilakukan, banyak masukan yang diberikan oleh tim auditor, terutama mengenai perbaikan berkas maupun kekurangan data yang dimiliki. “Alhamdulillah kita sangat senang dengan masukan-masukan yang diberikan. Jadinya kita tau data ataupun berkas yang kurang. Ini sangat membantu untuk akreditasi jurusan ke depannya,” tutup Khairina. [] (fajri)

Kamis, 08 Agustus 2019

Karya Mahasiswa FUAD Masuk Nominasi Pemenang Lomba Film Dokumenter Bung Hatta

Karya Mahasiswa FUAD Masuk Nominasi Pemenang Lomba Film Dokumenter Bung Hatta


FUAD, Batusangkar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar melalui kolaborasi mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dengan Jurusan Ilmu Perpustakan dan Informasi Islam (IPII) dalam ajang lomba film dokumenter Bung Hatta. Kamis (8/8), dua film yang diproduksi oleh kedua jurusan itu mampu masuk sebagai dominasi pemenang di ajang lomba film bergengsi tersebut dan pemenang akan diumumkan pada Senin (12/8) depan.


Ara, salah satu mahasiswa yang terlibat menuturkan, dua film yang masuk dalam dominasi pemenang tersebut berjudul “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Merapi” dan “Aroma Kopi Hatta”. Kedua film tersebut mencoba untuk mengangkat kembali sosok Bung Hatta yang hidup dalam seseorang.

“Memang kita membuat film ini menceritakan bagaimana sosok Bung Hatta masih hidup dalam diri seseorang saat ini. Film “Jiwamu Ada di Gunung Merapi” bercerita tentang sosok Bapak Bustami yang berumur 83 tahun yang hidup sederhana sebagaimana sosok Bung Hatta. Sedangkan film “Aroma Kopi Hitam” bercerita mengenai semangat ekonomi kerakyatan yang dijalankan oleh kelompok Selaras Alam,” terang Ara.


Ara menjelaskan, dalam memproduksi dua film tersebut, tim mereka menelaah informasi mendalam mengenai sosok Bung Hatta dan karakter yang diangkat dalam film. Pengecekan lokasi serta pembuatan naskah juga dilakukan secara serius sehingga menghasilkan film dokumenter yang berkualitas dan mampu membangkikan kembali semangat dan sifat Bung Hatta.

Terdapat dua tim yang terjun dalam pembuatan film. Film “Jiwamu Ada di Kaki Gunung Merapi” digarap oleh mahasiswa KPI yang beranggotakan Tiara Ramadhani sebagai sutradata, Alex Eka Putra selaku Kameramen bersama M. Nur Risqan yang juga bertugas sebagai editor. Sedangkan film “Aroma Kopi Hatta” yang dibuat oleh mahasiswa IPII di sutradarai oleh Rahma Fira Yendri, dengan Kameramen dan editor Syah Alam Vistrot.


“Alhamdulillah kita masuk sebagai nominasi. Kita berharap mudah-mudahan Allah berikan hasil yang terbaik ketika pengumuman pemenang nanti. Dan yang terpenting tim sudah bekerja keras untuk memproduksi film tersebut,” tutup Ara. [] (fajri)


Selasa, 16 April 2019

Difusi Inovasi Pustakawan Dalam Mengikuti Perkembangan Infrastruktur Informasi Memasuki Era 4.0

Difusi Inovasi Pustakawan Dalam Mengikuti Perkembangan Infrastruktur Informasi Memasuki Era 4.0

Senin, 15 April 2019. Visiting Doctor adalah kegiatan rutin dilaksanakan oleh semua jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Salah satunya Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII). Dalam kegiatan Visiting Doctor kedua ini mengangkat tema “Perpustakaan Sebagai Infrastruktur Informasi Dalam Memasuki Era Industri 4.0”. Adapun narasumbernya adalah Dr. Nurdin Laugu, M.A yang merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 15 April 2019 bertempat di ruang FUAD 4 Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Pada dasarnya perkembangan teknologi, industri dan informasi merupakan suatu hal yang berbeda. Perkembangan teknologi dapat dibagi atas 5 era, yakni; (1) Era Pra Mekanik Teknologi (3000B-450 AD) satu bentuk komunikasi atau yang biasa disebut komunikasi satu arah melalui bahasa gambar berupa hewan peliharaan, (2) Era Mekanik (1450-1840 M) awal pertama terlihat berhubungan antara teknologi kini dan pendahulu, (3) Era Elektro Mekanik (1840-1940 M), (4) Era Elektro (1940-1960 M), (5) Era Informasi dan Internet (sejak 1969 www dan 1989 plat form global).
Pada tahap perkembangan industri terdiri dari; (1) Industri 1.0 (1784-1870) para ditahap ini ditandai dengan tenaga manusia dan hewan ke mesin uap oleh James Walk, (2) Industri 2.0 (1870-1970) dalam tahap ini sudah mulai terlihat perkembangan dapat dilihat dengan maraknya teknologi, motor listrik dan sebagainya, (3) Industri 3.0 memasuki perkembangan internet namun masih berupa sebatas pangkalan data saja, (4) Industri 4.0 sudah memasuki tahap internet yang kreatif banyak bermunculan internet cerdas, hal ini dapat dilihat dengan adanya banyak pilihan media sosial yang sangat komunikatif.
Lain halnya dengan perkembangan informasi, perkembangan ini mengikuti adanya perkembangan teknologi dan industri. Perkembangan informasi dapat dirinci sebagai berikut; (1) Mengacu pada jaringan komunikasi dan software untuk mendukung interaksi antara per-individu, individu dengan organisasi bahkan organisasi ke organisasi lainnya, (2) Perkembangan informasi dapat berkembang pesat dengan mengacu pada fasilitas computer dan komunikasi serta layanan yang dibutuhkan untuk memfasilitasi mengelola dan memungkinkan suatu aktifitas saat melakukan pertukaran informasi.
Jadi perkembangan teknologi dan industri sangat mempengaruhi pengelolaan informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat. Sebagai seorang pustakawan harus bisa menyesuaikan diri dan melakukan difusi dan inovasi mengikuti era teknologi informasi internet dan industri 4.0 yang mana dapat memudahkan pustakawan dalam memencar informasi sehingga nantinya sampai ke pemustaka dengan tepat. Salah satu difusi inovasi yang dapat dilakukan pustakawan adalah dengan memanfaatkan teknologi dan industri 4.0 memaksimalkan pelayanan peminjaman buku menggunakan media HP, sehingga pemustaka merasa dimudahkan dalam pelayanan perpustakaan. Selain itu pustakawan dapat memberikan pembaharuan lainnya yang kreatif menyesuaikan dengan kebutuhan di era industry 4.0. (opl)

Selasa, 12 Maret 2019

Three in One dalam Berliterasi

Three in One dalam Berliterasi

Senin, 11 Maret 2019. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam mengadakan kegiatan Visiting Doctor. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberi wawasan yang luas kepada mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), tetapi juga lebih diutamakan untuk pengarahan motivasi dan membuka pemikiran mahasiswa mengenai perpustakaan. Dalam kegiatan Visiting Doctor kali ini mengundang narasumber Dr. Laksmi, S.S merupakan ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dengan tema “strategi perpustakaan membangun 3 nilai literasi, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas.“


Perpustakaan merupakan suatu hal yang menarik jika dikaji lebih dalam lagi, dalam pandangan sekilas perpustakaan menurut pemikiran masyarakat umum merujuk pada suatu tempat berisikan berbagai buku cerita, buku pengetahuan, koran, majalah dan lain-lain. Namun ternyata perspektif ini terlalu dangkal jika dilihat perpustakaan dari luarnya saja. Perpustakaan merupakan tempat membangun literasi yang di dalamnya terdapat “Tree In One” yaitu penggabungan tiga nilai dalam satu bentuk yakni berliterasi. Pada saat penggerak literasi ingin membangun dan mengembangkan perpustakaannya ia harus menggabungkan pengetahuan, imajinasi dan kreativitas untuk mampu mencapai tujuan dan target dalam pengelolaan perpustakaan. Begitupun dengan si pengunjung perpustakaan atau yang biasa disebut dengan pemustaka dapat menemui tiga nilai yakni pengetahuan, imajinasi dan kreatifitas dalam literasi yang berwujud perpustakaan.
Tanpa adanya pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas membuat literasi terasa hampa. Bagaimana cara pustakawan dapat membuat masyarakat meningkatkan minat baca?, tentunya “Tree In One” merupakan solusinya. Setiap individu masyarakat pasti memerlukan pengetahuan atas ketidaktahuannya, namun untuk menumbuhkan keingintahuan haruslah ada suatu cara yang dilakukan oleh pemustaka dengan menerapkan imajinasi dan kreativitas pustakawan. Begitu juga untuk pemustaka, ketika ia membaca tanpa memahami bacaannya maka semuanya akan terlihat sia-sia. “Tree In One” ini sangat membantu pemustaka dalam memahami informasi yang didapat di perpustakaan baik dari buku, jurnal, koran, majalah dan lain-lain. Jadi baik pustakawan maupun pemustaka harus dapat menerapkan “Tree In One” dalam berliterasi.(opl)

Rabu, 19 Desember 2018

Studi Observasi ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi

Studi Observasi ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi



Batusangkar, Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) merupakan salah satu jurusan baru yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD). Sekarang Jurusan ini sudah mempunyai 81 orang yang terdiri dari dua angkatan, angkatan pertama berjumlah 38 orang dan angkatan kedua berjumlah 43 orang. Belum lama ini angkatan pertama jurusan IPII menyelenggarakan kunjungan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam penguatan mata kuliah “Layanan Perpustakaan” yang mana mata kuliah ini diajarkan oleh salah satu Dosen IPII yakni Rika Jufriazia Manita. Kunjungan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2018.

Menurut Dosen pengampu memaparkan “kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk memperdalam ilmu mengenai pelayanan perpustakaan, oleh karena itu saya membawa mahasiswa IPII ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi ini secara langsung. Sebelum memutuskan tempat kunjungan saya juga memperhatikan tempat yang sesuai dengan tujuan awal kami dalam mencapai mata kuliah layanan perpustakaan ini. Dengan mempertimbangkan hal itu saya memutuskan untuk menjatuhkan pilihan ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi. Mahasiswa diharapkan dapat menggali informasi yang lengkap mengenai layanan perpustakaan di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi”.
Saat mahasiswa berada di Perpustakaan Proklamator Bukittinggi mereka di sambut sangat baik dan pihak perpustakaan memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menanyakan dan menggali informasi lebih lengkap dengan Jajaran Perpustakaan Proklamator Bukittinggi. Selain itu Ketua UPT Perpustakaan Proklamator Bukittinggi Bapak Purwanto, S.ip juga memberikan arahan kepada mahasiswa IPII agar terus semangat dalam menjalankan perkuliahannya, karena jurusan perpustakaan itu merupakan jurusan yang sangat mengasyikkan dan dunia kerjanya pun tidak sulit untuk mencarinya.(opl/san)