Berita terbaru

Kamis, 28 Januari 2021

Finalisasi dan Persiapan Jurusan Menghadapi Visitasi Daring

Finalisasi dan Persiapan Jurusan Menghadapi Visitasi Daring

Batusangkar. IPII - Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam tengah bersiap menghadapi visitasi online guna kelengkapan proses penilaian dan akreditasi. Kegiatan yang dipusatkan di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ini mengambil langkah untuk optimis menghadapi visitasi yang dilakukan secara daring. Kegiatan terarah dikomandoi oleh Ketua Jurusan, Ummul Huda, M.Pd., dan dibantu oleh seluruh tenaga dosen dan karyawan selingkup fuad, sehingga integrasi yang dihadirkan dapat mempercepat pengerjaaan hingga pengumpulan bukti fisik.

Jurusan IPII dijadwalkan mengikuti visitasi online pada tanggal 3 dan 4 Februari tahun 2021. kesiapan yang dilakukan oleh jurusan maupun fakultas adalah melengkapi buti fisik dan menginput pada dashboard akreditasi program studi. Kegiatan lain sebagai penyokong kelengkapan bukti fisik diupayakan selesai sebelum masa yang ditentukan oleh BAN PT, sehingga ketika hari H, jurusan IPII siap untuk mengikuti kegiatan Visitasi.

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Dr. Akhyar Hanif, M.Ag., menghimbau agar persiapan lebih dikebut agar ketika mendekati hari H kita tidak keteteran dan dapat mempersiapkan hal-hal lain yang dirasa perlu. (HM)

Sabtu, 16 Januari 2021

Pelantikan HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

Pelantikan HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

BATUSANGKAR.IPII- Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar sukses gelar pelantikan akbar untuk kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PMI, PPI, KPI, IPII, IAT dan Psikologi pada hari Jumat, 15 Januari 2021. Acara yang berlangsung di aula kampus 2 IAIN Batusangkar ini langsung dihadiri serta dibuka oleh Dekan FUAD IAIN Batusangkar Dr. Akhyar Hanif, MA. Turut hadir para Wakil Dekan, unsur pimpinan lainnya, dan juga puluhan mahasiswa yang akan dilantik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain posisi duduk yang sengaja dibuat berjarak, juga setiap peserta diwajibkan untuk memakai masker selama kegiatan berlangsung.

Acara pelantikan akbar yang mengusung tema “Optimalisasi Kualitas, Loyalitas, Solidaritas dalam Bangun FUAD Kolaborasi” diharapkan dapat menciptakan kekompakan antara HMJ selingkup FUAD yang nantinya dapat bersama-sama membangun fakultas ini. Sesuai dengan visi FUAD sendiri yakni “Unggul dalam kajian keilmuan ushuluddin, adab dan dakwah yang integratif dan interkonektif, berkearifan lokal dan bereputasi global pada tahun 2029”.

Pelantikan akbar ini sekaligus menyerahkan tampuk kepengurusan sebelumnya kepada pemegang tampuk kepengurusan baru melalui cara simbolis penyerahan lampiran berkas. Cara ini sekaligus menegaskan seperangkat inventaris lama menjadi tanggungjawab kepengurusan baru. (JH/ZN)

 

Jumat, 15 Januari 2021

Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Jalin Kerjasama dengan SHUWO

Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Jalin Kerjasama dengan SHUWO


BATUSANGKAR.IPII
 - Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar diwakili oleh Dekan FUAD Dr. Akhyar Hanif, MA menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Yayasan Siti Hajir Uwo (SHUWO), Jum’at (15/1). Penandatangan MoA yang berlangsung di ruang dekan FUAD ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan SHUWO, Wakil Dekan I, II, dan III, Kabag TU, serta Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII), beserta staff jurusan IPII. MoA ini nantinya akan membuka jalan bagi kedua belah pihak untuk saling bekerjasama terutama pada bidang Literasi.

“Bentuk kerjasama yang nantinya dilakukan FUAD dengan Yayasan SHUWO adalah pembinaan perpustakaan”, ungkap Wakil Dekan III FUAD IAIN Batusangkar Dr. Alimin, Lc., M.Ag yang bertanggungjawab langsung dalam bidang kerjasama. Beliau juga menyampaikan, sebagai bentuk tindaklanjut dari Moa ini akan ada delapan orang mahasiswa bersama satu orang dosen yang mendampingi melakukan peninjauan lokasi dalam waktu dekat.

Sebelum penandatangan MoA, Ketua Yayasan Shuwo Bapak Aslim Nurhasan juga sempat menjelaskan sedikit sejarah mengenai Yayasan dan juga program-program dari yayasan tersebut. Salah satu program yang menjadi unggulan dari yayasan ini adalah rumah tahfidz. “Ide awal rumah tahfidz ini adalah iqro’, mendidik anak-anak agar gemar membaca, berangkat dari itu barulah kemudian ke bercerita dan menulis”, pungkasnya.

Yayasan yang beralamat di Kampuang Tonga, Jorong Balai Tabuah, Nagari Tanjuang, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar ini juga sudah berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas dalam menjalankan program-programnya, terutama organisasi dan komunitas yang bergerak pada bidang literasi. (JH/ZN)

Sabtu, 21 November 2020

Perkuliahan Masih Terkendala Pandemi

Perkuliahan Masih Terkendala Pandemi

Batusangkar— Sabtu (21/11) Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, membuat semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara online. Salah satunya Ujian Tengah Semester Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), IAIN Batusangkar mengadakan Ujian Tengah Semester. Berbagai kendala dan keluh kesah selama ujian, cukup banyak. Dan juga Ujian Tengah Semester tahun ini sedikit berbeda dengan ujian lainnya, karena dilakukan via zoom, meet, google classroom, via What’s App atau media-media online lainnya.

Beberapa mahasiswa dari fakultas FUAD pun ada yang berpendapat menyenangkan dan tidak banyak juga yang kesulitan dengan ujian online ini. Karna mereka menghadapi dosen yang berbeda-beda tipe pengajarannya dan juga tipe memberikan ujiannya. Beberapa dosen ada yang memilih tetap menjalankan ujian seperti kondisi daring, dimana ada batasan waktu satu setengah sampai 3 jam, ada pula yang memberikan tenggat waktu untuk pengerjaan sebanyak 1 hari hingga 2 minggu pengerjaan.

Aisyah Putri, salah satu mahasiswa KPI mengatakan “Ujian Tengah Semester ini menurut saya cukup menyenangkan. Meskipun kita tidak bisa bertatap muka langsung, namun karena ujian ini kita bisa bertatap muka dengan dosen dan teman-teman walaupun melalui goggle meet, zoom, dan aplikasi lainnya. Kendala nya selama ujian pastilah sama yaitu jaringan, karena kalau jaringan kita bagus, kita bisa ujian. Namun, jika tidak, kita tidak bisa ujian.

“Menurut saya Ujian Tengah Semester tahun yang terjadi saat ini kurang memuaskan, karena di semester ini kita dituntut untuk lebih sempurna dalam menjawab pertanyaan. Tapi untuk materi kita kurang maksimal dalam mendapatkannya. Kebanyakan dari kita dalam menjawab pertanyaan sekarang, banyak yang mengambil dari internet. Kendala yang sering terjadi itu masalah jaringan, dan Kuota, karena Ketika kita meng-upload tugas entah itu di classroom, What’s App group, dan juga You tube, kendalanya butuh jaringan yang bagus dan kuota yang cukup banyak. Dan saya berharap ujian sekarang tolong untuk dikondisikan waktu ujian karena dalam sehari bisa saja kita ada banyak ujian. Dan kami hanya meminta untuk tepat waktu dalam mengirimkan soal, dan kami akan berusaha untuk tepat waktu dalam mengirimkan jawabannya. Dan saling berkomunikasi antar dosen dan mahasiswa.” Tutur salah seorang Mahasiswa KPI yang tidak ingin disebut namanya.

Lilis Dahliya, salah satu mahasiswa psikologi Islam mengatakan “Ujian Tengah semester sekarang ini susah-susah gampang. Tapi lebih banyak susahnya dari pada gampang, karena selain masalah dalam memahami materi tapi juga masalah dan jaringan serta kuota yang sangat menentukan hasil UTS ini. Contohnya saja daerah saya, ketika sedang ujian tiba-tiba saja jaringan saya hilang. Harapan saya semoga diberi sedikit kelonggaran kepada mahasiswa dan saling memahami kendala serta kondisi yang terjadi saat sekarang. Agar tidak terjadi kekecewaan yang mendalam.”

“Semester ini banyak yang mata kuliahnya praktek sehingga saya dan teman-teman sedikit kebingungan dalam memahami pembelajaran dan saat ujian. Kendala yang terjadi banyak di jaringan, sehingga saat mengirimkan Ujian Tengah Semester sedikit kesulitan. Dan harapan saya semoga dosen memahami kendala yang terjadi terhadap mahasiswa.” Ucap Husniaturrahmi salah satu mahasiswa IPII.

Liana Utami, salah satu mahasiswa IPII pun mengatakan “Ujian Tengah Semester sekarang ini kurang efektif, contohnya dalam sehari ada tiga mata kuliah, belum mata kuliah pertama selesai, mata kuliah kedua pun juga sudah masuk. Dan dosen tidak menanyakan tentang hal itu. Kendala yang sering terjadi pada saat jaringan, ketika jaringan bermasalah dan pengumpulan tugas terlambat. Kurang nya memahami materi. Dan juga ada yang praktek, ketika praktek seharusnya kita langsung terjun ke lapangan namun karena kondisi ini kita hanya bisa melakukan secara virtual. Harapan saya Ujian selanjutnya dilakukan tatap muka, dan juga dosen memahami kondisi mahasiswa nya.”

“Menurut saya Ujian Tengah Semester saat ini kurang efektif karena mahasiswa kewalahan dalam memahami setiap mata kuliah sehingga cukup sulit untuk menjawab pertanyaannya. Dan saya berharap Ujian untuk besok tidak lagi dilaksanakan secara daring.” Kata Mahasiswi dari jurusan PPI Rafini Rawita melalui pesan What’s app.

Fadel Muhammad, salah satu mahasiswa IAT mengatakan “Saya merasa Ujian Tengah Semester sekarang terasa kurang efektif, karena soal-soal yang diberikan dosen sedikit sulit dari pada biasanya, dan juga dosen kurang mengerti bagaimana keadaan mahasiswa. Karena di kondisi ini kendala ya cukup banyak, seperti: Jaringan yang hilang-timbul, kurang nya referensi, dan juga kurang nya pemahaman dari materi yang diberikan. Dan saya berharap dosen memahami keadaan mahasiswa nya.”

Kondisi seperti ini pun juga dirasakan oleh Mahasiswa-mahasiswa baru dari IAIN Batusangkar. Melva Silvira, Salah satu mahasiswa dari Jurnalistik Islam mengatakan “Ujian Tengah Semester sekarang sistem nya cukup sederhana dan mudah dipahami karena dosen-dosen memberikan soal berupa soft file, namun sering terjadi kendala seperti jaringan dan kendala lain, dan Saya berharap nilainya memuaskan serta ujian untuk ke depannya tidak online lagi.”

Dibalik kesusahan mahasiswa, ternyata ada keresahan dari dosen-dosen IAIN Batusangkar mengenai mahasiswa nya yang terpaksa melaksanakan kuliah online dan ujian online, dan para dosenpun memberikan mahasiswa nya ujian yang sesuai dengan kapasitas yang mereka anggap sudah pas untuk kondisi saat ini. Para dosenpun berharap agar semua kondisi ini cepat berlalu agar semua bisa kembali seperti semula.

Salah satu dosen dari Jurusan KPI, ibu Zafirah Quroatun ‘Uyun mengatakan “ Menurut saya memang kurang kondusif, dikarenakan pertimbangan dosen juga kuliah online ini apakah materinya bisa terserap sempurna di setiap perkuliahan, mengingat banyak juga yang tidak bisa mengontrol aktivitas serta media pembelajaran yang beragam tetapi belum semua bisa di akses mahasiswa, antara regulasi dan teknisi di lapangan terlalu jauh berbeda dari kenyataannya. Misalnya jika memberlakukan Ujian Tengah Semester online dengan lisan, kendalanya di jaringan. Jika memberlakukan Ujian Tengah Semester offline, perintah pun kadang sukar dipahami meski sudah dituliskan pertanyaan dan aturannya terutama bagi mahasiswa baru yang belum terbiasa denga budaya akademik.”

“Harapan saya ke depannya supaya mahasiswa mampu membiasakan pola daring, jadi sudah mengantisipasi kendala dan dapat mengikuti perkuliahan dengan lancar. Dan bagi dosen supaya mengupgrade metode perkuliahan yang menarik dan mudah diakses mahasiswa agar perkuliahan dapat menghasilkan feedback sehingga perkuliahan dalam kelas dapat berlangsung efektif.” Imbuh ibu Zafirah. (Hasya/Salman)

 

Minggu, 04 Oktober 2020

Pengumuman Pemenang Lomba Video Orasi dan Resensi Buku

Pengumuman Pemenang Lomba Video Orasi dan Resensi Buku

Alhamdulillahirabbilalamin… 

Petama kami ucapkan selamat kepada para pemenang lomba video orasi dan resensi buku oleh HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Juri telah memutuskan untuk pemenang dari masing-masing cabang lomba, yaitu:

Lomba Video Orasi

Juara I

Muhammad Ade Rizandi

Universitas Andalas Padang

Juara II

Siti Junita

IAIN Jember

Juara III

Prasetyo Eko Wahyu Wibowo

Stikes Widya Dharma Husada Banten

Lomba Resensi Buku

Juara I

Vira Ayu Safila

 

Universitas Lampung

Juara II

Siska Febrianty

 

Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

Juara III

Fathur Rachman Anasri

 

IAIN Batusangkar

Kami selaku panitia lomba memiliki harapan besar bahwa dengan terlaksananya lomba ini menjadikan kita lebih semangat dalam mengembangkan potensi yang kita miliki dan berkarya untuk negeri

Dan teruntuk peserta lain jangan pernah menyerah, tetap semangat dan terus berkreativitas karena masih banyak event-event lain dalam menampung potensi yang kita miliki.

Dan spesial dari kami untuk menyampaikan terimakasih banyak kepada dewan juri yang turut membersamai dari awal hingga pengumuman pemenang lomba ini, Zainal Fadri, S.Fil., M.A. Juri bidang lomba video orasi dan Sri Wahyuni, M.IP, Juri bidang lomba resensi buku. Semoga ini menjadi ladang ibadah untuk kita semua. (Tim)

Senin, 14 September 2020

Lomba Video Orasi dan Resensi Buku

Lomba Video Orasi dan Resensi Buku


Dalam rangka menyambut Milad HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) yang ke-2 pada tanggal 22 September 2020, HMJ IPII mengadakan suatu perlombaan dalam bentuk Lomba Video Orasi dan Resensi Buku dengan tema “Berkarya untuk Negeri di Masa Pandemi.”

Dengan diadakannya lomba ini bermaksud untuk meningkatkan kreativitas-kreativitas pemuda-pemudi Indonesia untuk lebih berkarya dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Lomba ini terbuka untuk umum bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa mendiskriminasi etnik atau golongan tertentu dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan pentingnya membaca untuk mewarnai kehidupan. Adapun buku yang diresensi ialah “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata dan “Hujan” karya Tere Liye

Untuk pendaftaran dan pengiriman karya silahkan klik di sini

Rabu, 05 Agustus 2020

Jurusan IPII Lakukan Audit Internal, Tingkatkan Kualitas Jurusan

Jurusan IPII Lakukan Audit Internal, Tingkatkan Kualitas Jurusan


FUAD, Batusangkar – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas jurusan, IAIN Batusangkar mengadakan audit internal. Selasa(4/8) audit internal dilakukan di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuduluddin Adab dan Dakwah (FUAD). Audit dilaksanakan guna mempersiapkan berkas dan administrasi untuk menyongsong akreditasi yang akan dilakukan tahun ini.

Ummul Huda, M.Pd selaku ketua jurusan IPII menyambut baik kedatang tim audit dari IAIN Batusangkar. Menurutnya, audit ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas jurusan, terutama bagi jurusan akan melakukan akreditasi.

“Kita menyambut baik kegiatan ini. Apalagi tahun ini, jurusan IPII yang sudah tahun ketiga sejak berdiri, akan melakukan akreditasi. Semua kita tentu berharap IPII mendapatkan akreditasi yang bagus,” ujar Khairina.

Selama audit dilakukan, banyak masukan yang diberikan oleh tim auditor, terutama mengenai perbaikan berkas maupun kekurangan data yang dimiliki. “Alhamdulillah kita sangat senang dengan masukan-masukan yang diberikan. Jadinya kita tau data ataupun berkas yang kurang. Ini sangat membantu untuk akreditasi jurusan ke depannya,” tutup Khairina. [] (fajri)